Janda Ini Mempertahankan Sperma Beku Suami Dengan Menggugat Kelinik

Janda ini mempertahankan sperma beku suami dengan menggugat kelinik – Seorang wanita yang berstatus janda telah berhasil mempertahankan sperma beku milik suaminya yang telah meninggal dengan cara menggugat klinik untuk menghentikan penghancuran sperma beku tersebut.

Janda Ini Mempertahan Sperma Beku Suami Dengan Menggugat Kelinik

Sebelumnya pada tahun 2009, suami janda tersebut telah didiagnosa menderita kenker dikakinya. Lalu akan melakukan pengobatan disalah satu kelinik, namun seorang dokter telah merekomendasikan supaya sang pria menyimpan spermanya sebelum melakukan kemoterapi dan terapi penyinaran, karena dokter tersebut berpendapat bahwa pengobatan tersebut akan mempengaruhi tingkat kesuburan sang pria.

Kedua pasangan tersebut menyetujui rekomendasi dokter dan menandatangani formulir di klinik  yang bernyatakan, dia telah memahami bahwa sperma pria akan dihancurkan jika sang pria telah meninggal atau cacat permanen, mengutip laman waspada.co.id.

Setelah berhasil menjalani terapi dan berangsur sembuh, kemudian sungguh di pilukan sang pria meninggal dunia pada bulan April 2012 di usianya yang ke 26 tahun.

Sang istri teringat bahwa dirinya masih memiliki buah keturunan yang tersimpan di klinik tempat terapi sang suami dulu, sang istripun menanyakan sempel sperma tersebut. Namun dia diberitahu oleh pihak klinik bahwa, klinik memiliki tanggung jawab hukum untuk menghancurkan sperma tersebut karena suaminya sudah meninggal dunia.

Lalu dimulainya kasus pengadilan yaitu diawali dengan dokumen yang menunjukan bahwa mereka berdua telah bertemu di Universitas Toronto di Kanada ketika sang pria mengikuti program pertukaran, lalu sang istri pindah ke Canberra setelah suaminya didiagnosa terkena kanker.

Kedua pasangan ini berencana untuk memiliki keturunan dengan menggunakan sperma beku setelah dulu dipastikan terkena kanker yang tidak bisa dilawan pada tahun 2010. Namun rencana tersebut telah mereka batalkan.

Dalam kesaksiannya, pria dari janda tersebut beranggapan bahwa sampel itu akan otomatis diberikan kepada istrinya, meskipun pada saat meninggal suaminya tidak menyertakan warisan.

Mahkamah Agung dari Canberra yang di Hakimi oleh David Mossop telah memutuskan sperma tersebut adalah milik sang pria sehingga harus menjadi bagian dari warisannya.

Mahkamah Agung telah meminta kepada kelinik untuk tidak menghancurkan sperma tersebut jika selama penyimpanannya tetap dibayar.

Post by: penambah sperma pria

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *